London (ANTARA) - Saham-saham Inggris berakhir turun tajam pada perdagangan Jumat waktu setempat (26/11/2021), menghentikan reli empat hari setelah varian virus baru mengguncang pasar global, dengan indeks acuan FTSE 100 jatuh 3,64 persen, atau 266,34 poin, menjadi menetap di 7.044,03 poin. Indeks FTSE 100 bertambah 0,33 persen atau 24,05 poin menjadi 7.310,37 poin pada Kamis (25/11/2021), setelah menguat 0,27 persen atau 19,63 poin menjadi 7.286,32 poin pada Rabu (24/11/2021), dan terkerek 0,16 persen atau 11,23 poin menjadi 7.266,69 poin pada Selasa (23/11/2021).

International Consolidated Airlines Group, sebuah perusahaan induk maskapai penerbangan multinasional Inggris-Spanyol, adalah yang berkinerja terburuk (top loser) di antara saham-saham unggulan (blue chips), dengan harga sahamnya terjungkal 14,85 persen.

Diikuti oleh saham perusahaan industri kedirgantaraan dan pertahanan multinasional Inggris Rolls-Royce Holdings yang anjlok 11,62 persen, serta perusahaan berbasis di London yang mengkhususkan diri dalam membeli dan meningkatkan bisnis berkinerja buruk Melrose Industries kehilangan 10,26 persen.

Sementara itu, Ocado Group, perusahaan yang mendistribusikan berbagai macam produk konsumen ritel melonjak 4,57 persen, menjadi peraih keuntungan paling besar (top gainer) dari saham-saham unggulan.

Disusul oleh saham perusahaan yang beroperasi sebagai pengecer diskon barang dagangan umum B&M European Value Retail yang meningkat 1,42 persen, serta perusahaan induk untuk sekelompok perusahaan yang memproduksi beragam bahan kimia dan produk kimia Croda International menguat 1,04 persen.

Baca selengkapnya...