Surabaya (ANTARA) - Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengaku bangga atas dipilihnya Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) provinsi setempat menjadi percontohan pelaksanaan program sekolah kader oleh Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI.

"Ini berseiring dengan upaya Pemprov Jatim dalam membentuk birokrasi yang bercitra positif dan memberikan terobosan-terobosan dalam pelayanan kepada masyarakat," ujarnya di sela membuka worskhop Sekolah Kader Tahun 2021 di BPSDM Jatim di Surabaya, Rabu.

Sekolah Kader merupakan program yang dilandasi oleh peraturan pemerintah untuk membekali pejabat di level administrator dalam rangka melakukan akselerasi dalam karir.

Program ini dibekali dengan kompetensi dan kemampuan yang merefleksikan tantangan-tantangan era sekarang. Selain itu, iklim dan citra birokrasi saat ini dinilai kurang sesuai dengan perubahan zaman dan karakter milenial.

"Sekarang terjadi clash generation antara generasi milenial yang memiliki karakter cepat bosan, mudah galau dan lainnya. Sedangkan, generasi senior memiliki karakteristik lamban, kaku dan tidak mau berubah," ucapnya.

Wagub Emil mengharapkan adanya sekolah kader ini mampu mengubah clash generation menjadi sinergi generation.

"Sehingga, jarak antara generasi milenial dan senior bisa terjembatani," kata dia.

Hal tersebut, kata dia, bisa dilakukan dengan membekali organisasi-organisasi di pemerintahan dengan apa yang menjadi tren terbaru dalam penyelesaian masalah pengelolaannya.

Wagub Emil juga berharap pelaksanaan sekolah kader berjalan baik dan menghasilkan sesuatu yang dapat dinilai sebagai sebuah inovasi yang selanjutnya dapat direplikasi dan dikembangkan di seluruh wilayah Indonesia.

Sementara itu, Deputi Bidang Kebijakan Pengembangan Kompetensi ASN LAN RI Muhammad Taufiq menyampaikan bahwa ada beberapa pertimbangan yang membuat Jatim ditunjuk menjadi bagian dari proyek percontohan sekolah kader.

Di antaranya, lanjut dia, adanya perhatian dari kepala daerah di Jawa Timur dalam pengembangan kompetensi ASN, kemudian potensi pembangunan dan sumber daya ASN potensial.

"Kami melihat Jawa Timur merupakan tempat sangat ideal untuk mencoba gagasan yang membutuhkan keterbukaan pemikiran inovatif, karena memang belum pernah ada sebelumnya," kata Taufiq.

Baca selengkapnya...