Jakarta (ANTARA) - Direktur Pemasaran PT Hyundai Motor Indonesia, Erwin Djajadiputra mengatakan Genesis Electrified G80 yang akan dipakai para delegasi VVIP Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali belum dilengkapi fitur keamanan anti peluru (bullet proof).

"Ini belum anti peluru, kalau bicara safety itu berarti nanti hubungannya dengan Paspampres," ungkap Erwin pada saat acara pameran The Future Electric Vehicle Ecosystem for Indonesia di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Selasa (26/10).

Meski begitu dia juga mengatakan bahwa, tidak semua kendaraan yang digunakan oleh kepala negara memiliki fitur keselamatan anti peluru.

"Mobil kepala negara tidak semuanya anti peluru. Ada yang anti peluru dan ada juga yang tidak anti peluru," kata dia.

Adapun acara yang diselenggarakan pada kuartal keempat 2022 dengan tema "Recover Together, Recover Stronger" itu dinilai sesuai dengan visi Genesis G80.

"Temanya ini kan sesuai dengan kendaraan kami, jadi kita memberikan penawaran dan kami punya mobil listrik yang juga sesuai dengan para tamu VVIP," ucap dia.

"Nanti akan digunakan 20 kepala negara yang hadir, untuk berapa unitnya kita belum tahu berapa banyak. Kita Hyundai Motor dukung pemerintah terutama dalam G20," jelas dia.

Genesis Electrified G80 ini memiliki dimensi yang cukup lega, sesuai untuk kebutuhan para tamu VVIP di sana. Mobil listrik ini memiliki panjang panjang 5,005 meter, lebar 1,925 meter, dan tinggi 1,475 meter dengan topangan pelek berukuran 19 inci.

Sedan mewah asal Korea Selatan itu dibekali baterai listrik berkapasitas 87,2 kWh yang terhubung dengan dua motor listrik di roda depan dan belakang, mengeluarkan tenaga 272 kW atau jika dikonversikan setara dengan 364,7 TK dan torsi maksimal mencapai 700 Nm.

Electrified G80 ini juga diklaim memiliki daya jangkau yang cukup jauh, yakni 427 km jika digunakan dengan baterai penuh dengan pengisian daya selama 22 menit dari 10 persen hingga mencapai 80 persen.

  • Tags
  • genesisi g80
  • kttg20
  • hyundai

Baca selengkapnya...