Seoul (ANTARA) - Saham-saham Korea Selatan (Korsel) menguat pada perdagangan Selasa pagi, karena awal yang kuat untuk musim laporan keuangan mendorong pembuat chip lebih tinggi dan mengimbangi kekhawatiran investor atas pertumbuhan ekonomi kuartalan yang lebih lambat dari perkiraan.

Indikator utama Bursa Efek Korea, Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) terangkat 17,55 poin atau 0,58 persen menjadi diperdagangkan di 3.038,09 poin pada pukul 01.28 GMT.

Di antara saham-saham kelas berat, raksasa chip Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing menguat 0,57 persen dan 3,0 persen, sementara pembuat baterai LG Chem dan perusahaan platform Naver masing-masing naik 2,07 persen dan 1,99 persen.

SK Hynix, pembuat chip memori terbesar kedua di dunia, pada Selasa memperkirakan pertumbuhan permintaan chip memori yang stabil ketika perusahaan itu membukukan laba operasional kuartalan tertinggi sejak 2018 didukung oleh kenaikan harga.

Investor tampaknya menunjukkan sedikit respons terhadap data bank sentral yang menyebutkan ekonomi Korsel tumbuh lebih lambat dari yang diharapkan pada kuartal ketiga, karena konsumsi swasta yang lemah dan investasi konstruksi dan fasilitas yang lemah mengimbangi ekspor yang kuat.

Secara terpisah pemerintah memutuskan untuk memotong pajak dalam negeri atas produk minyak utama dengan rekor 20 persen selama enam bulan untuk mengurangi tekanan dari lonjakan harga minyak dan energi global.

Investor asing adalah penjual bersih saham senilai 29,4 miliar won (24,97 juta dolar AS) di papan utama.

Won dikutip pada 1.165,0 per dolar di platform penyelesaian dalam negeri, 0,29 persen lebih tinggi dari penutupan sehari sebelumnya.

Dalam perdagangan luar negeri, won dikutip pada 1.164,5 per dolar, naik 0,3 persen dari hari sebelumnya, sementara dalam perdagangan non-deliverable forward kontrak satu bulannya dikutip pada 1.165,0.

Imbal hasil obligasi Pemerintah Korea 3-tahun yang paling likuid naik 3,4 basis poin menjadi 1,953 persen, sedangkan imbal hasil obligasi Pemerintah Korea 10-tahun yang jadi acuan naik 5,8 basis poin menjadi 2,484 persen.

Baca selengkapnya...