Jakarta (ANTARA) - Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate meminta Sekolah Tinggi Multimedia (STMM) "MMTC" Yogyakarta menyiapkan sumber daya manusia (SDM) bertalenta digital

“Diperlukan lahirnya SDM digital andal yang bisa berperan menghadapi perkembangan teknologi digital. Perguruan tinggi perlu mengubah program studi, kurikulum, dan karakter dosen," ujar Johnny dalam siaran pers, dikutip Sabtu.

Hal itu dikemukakannya dalam kuliah umum virtual Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) STMM Yogyakarta, Sabtu.

Johnny mengatakan hal itu perlu dilakukan untuk mendukung Indonesia memasuki industri 4.0 dan era transformasi digital yang prosesnya semakin cepat akibat pandemi COVID-19.

Menurut dia, keberadaan SDM bertalenta digital menjadi bagian penting dalam menjawab kemajuan teknologi. Dia mengatakan jenis pekerjaan akan banyak berubah di masa depan, sehingga diperlukan penyesuaian diri terhadap pekerjaan-pekerjaan baru yang akan tumbuh.

Lebih lanjut Johnny mengatakan infrastruktur telekomunikasi sangat penting menstimulus SDM digital nasional. Hal itu juga merupakan perhatian Presiden Joko Widodo dalam mempercepat transformasi digital melalui lima sektor.

“Sektor pertama terkait dengan akses infrastruktur digital dan layanan internet. Kedua, roadmap transformasi digital di berbagai aspek. Ketiga, percepatan integrasi pusat data nasional. Keempat, penyiapan kebutuhan SDM talenta digital. Dan kelima, regulasi serta model pembiayaan infrastruktur digital,” ujar dia.

Menkominfo juga menegaskan komitmen pemerintah dalam menghadirkan pemerataan akses internet di seluruh Tanah Air yang akan terjawab di tahun 2022.

“Adapun kondisi terkait dengan 4G dan jumlah desa di Indonesia bahwa dari total jumlah desa dan kelurahan di Indonesia sebanyak 83.218, yang belum ter-cover 100 persen 4G adalah sebanyak 12.548 desa,” paparnya.

Kepada mahasiswa baru, Menkominfo menyampaikan pesan Presiden agar STMM Yogyakarta menjadi perguruan tinggi yang mensuplai tenaga-tenaga digital.

“Pesan Bapak Presiden untuk perbanyak kampus digital untuk melengkapi STMM, mengembangkan STMM menjadi Institut Digital Nasional University (IDN-U), pengembangan kampus di tujuh lokasi lain, penyiapan instrumen pendukungnya seperti Perpres, PM, KM, PKS, Izin, dan sebagainya. Adapun draf Perpres dan RKM sudah dirapatkan antarkementerian,” ucap dia.

Dalam kesempatan itu Johnny turut menyinggung mengenai IDN-U. Dia mengatakan IDN-U akan menjadi institut penyelenggara pendidikan tinggi, baik akademik maupun vokasi di bidang komunikasi dan informatika yang fokus di empat sekolah.

“Pertama, Sekolah Komunikasi Digital (School of Digital Communication), kedua Sekolah Bisnis dan Platform Digital (School of Business and Digital Platform), ketiga Sekolah Kebijakan dan Regulasi Digital (School of Digital Policy and Regulation), serta Sekolah Pascasarjana (Postgraduate School),” kata dia.

Johnny mengatakan pengelolaan program studi, jurusan, dan tenaga kependidikan juga disesuaikan menjadi tenaga fungsional sejalan dengan reformasi birokrasi di Kementerian Komunikasi dan Informatika.

“Berkaitan dengan perkembangan ini, IDN-U akan dijadikan salah satu perguruan tinggi unggulan pencetak SDM digital. Oleh karena itu, diperlukan perubahan model kepemimpinan, penataan organisasi, penataan program studi dan kurikulum, serta pengembangan level pendidikan dengan jenjang yang lebih tinggi seperti halnya program pascasarjana,” ucapnya.

Menteri Johnny mengatakan peningkatan status STMM menjadi IDN-U sangat diperlukan agar mampu berperan menjadi perguruan tinggi andal setara World Class University.

Pengembangan program studi dan jurusan dilakukan dengan penyesuaian tugas dan fungsi Kementerian Kominfo sebagai kementerian yang bertanggungjawab di bidang transformasi digital nasional.

“Saat ini kami sedang menyiapkan STMM/IDN-U kampus Jakarta, yang akan dijadikan sebagai representasi kampus digital. Adapun proses pembukaan pascasarjananya sedang diusulkan kepada Kemdikbudristek, dan diharapkan akan dibuka tahun depan,” ujar Johnny.

Terkait pendidikan pascasarjana, Johnny menjelaskan hal itu diperlukan sebagai kelanjutan pendidikan digital, sekaligus untuk meminimalisasi kesenjangan digital di berbagai bidang dan pekerjaan.

“Program pascasarjana memiliki fungsi ganda selain kemampuan akademik dan praktis di bidang digital, juga menjadi bagian pengakuan kompetensi secara formal dari SDM dimaksud,” kata dia.

Dalam empat atau lima tahun ke depan, Menkominfo meyakini IDN-U akan sangat menentukan masa depan mahasiswa. Dia pun berpesan kepada mahasiswa baru STMM Yogyakarta bahwa dunia kampus merupakan tempat menempa sebelum berkontribusi aktif mensejahterakan dan memajukan bangsa Indonesia.

STMM “MMTC” Yogyakarta merupakan perguruan tinggi negeri yang berada di lingkungan Kementerian Kominfo. Awal didirikan tahun 1985, STMM sebelumnya sebelumnya bernama Diklat Ahli Multi Media. Seiring perkembangannya, STMM “MMTC” telah mencetak ribuan alumni dengan keahlian dan profesi masing-masing.

Baca selengkapnya...