Selamat datang di website BacaSaja.Today. Silahkan bergabung untuk berkontribusi dan membagikan konten yang positif. Berbagai macam konten yang sedang populer, hangat dan viral dapat Anda temukan disini. Dikoleksi dari berbagai sumber yang terpercaya.
Home / News / Memasok listrik ke pulau terpencil: Bisakah energi bersih jadi solusi?

News

  • 0
  • 5

Memasok listrik ke pulau terpencil: Bisakah energi bersih jadi solusi?

Image: Memasok listrik ke pulau terpencil: Bisakah energi bersih jadi solusi?

Setidaknya 500.000 rumah tangga di Indonesia belum memiliki akses listrik hingga Mei 2021, menurut data pemerintah. Mayoritas mereka tinggal di desa terpencil atau terluar.

Dapatkah energi bersih dan terbarukan menjadi solusi kunci pemerataan akses listrik untuk setiap warga Indonesia?

Pulau Papagarang dan Pulau Messa berada di gugus kepulauan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, lokasi yang dipoles pemerintah pusat sebagai destinasi 'super premium'.

Tapi, sepanjang malam sebelum tahun 2019, permukiman warga di dua pulau ini nyaris selalu gelap gulita.

"Dulu saat bulan gelap, kondisinya sangat mencekam. Gelap gulita seperti tidak ada kehidupan. Kami tidak bisa beraktivitas sama sekali," ujar Rosman, warga Pulau Messa.

Kehidupan warga pulau berubah setelah pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) diresmikan.

"Sekarang setelah ada listrik, warga bisa lebih banyak beraktivitas dan bisa mengembangkan usaha, bisa jadi duit semua," kata Rosman.

Menurut Tri Mumpuni, Direktur Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan, persoalan ketiadaan listrik di daerah terpencil mestinya disiasati dengan energi terbarukan dan bersih seperti matahari, angin, air hingga mikrohidro.

"Energi terbarukan itu alat terbaik untuk mengentaskan kemiskinan," ujarnya.

Namun faktanya, Kementerian ESDM pada Mei lalu masih mengizinkan PLN membangun PLTD di 97 lokasi di Maluku dan Maluku Utara. Selain itu, ketersediaan anggaran juga menentukan pemerataan ketersediaan listrik.

"Jadi kalau ada Rp31 triliun sudah saya buat beres. Tapi kalau hanya dikasih Rp5 triliun, kapan kelarnya?" ujar Direktur Pembinaan Program Ketenagalistrikan, Jisman Hutajulu.

Baca selengkapnya...

Subscribe News Letter

Your email address will not be this published. Required fields are News Today.

Trending

Berenang di Pulau Australia, Pria Ini Lihat Ikan Terlilit Cincin Emas

Berenang di Pulau Australia, Pria Ini Lihat Ikan Terlilit Cincin Emas

Cincin kawin di leher ikan (Susan Prior / www.norfolkislandreef.com.au) INDOZONE.ID - Seorang perena...

8 Drama Korea ongoing 2021, cocok sebagai teman libur Lebaran

8 Drama Korea ongoing 2021, cocok sebagai teman libur Lebaran

Brilio.net - Pandemi virus corona yang masih mewabah di sejumlah wilayah di Indonesia memaksa masyar...

Masjid Raya KH Hasyim Asy'ari tidak terima zakat fitrah tahun 2021

Masjid Raya KH Hasyim Asy'ari tidak terima zakat fitrah tahun 2021

Jakarta (ANTARA) - Masjid Raya KH Hasyim Asy'ari, Cengkareng, Jakarta Barat, tidak menerima dan...

Comments

Comment is empty