TEMPO.CO, Jakarta - Kerumunan masih sangat sulit dicegah pada masyarakat Indonesia. Padahal, #jagajarakhindarikerumunan termasuk ke dalam protokol kesehatan. Anda pasti sudah tahu Covid-19 semakin mudah menular di kerumunan.

Kerumunan atau kepadatan menjadi salah satu penyebab mengapa kasus Covid-19 di Indonesia selalu meningkat. Dokter Samuel Sembiring dari RS Hasan Sadikin Bandung mengajak untuk kembali melihat ke belakang. Telah banyak kejadian kerumunan yang akhirnya memunculkan klaster-klaster baru, seperti klaster demo, klaster pilkada, klaster Petamburan.

“Cara penularan Covid-19 ada dua, yaitu, secara langsung melalui droplet yang terhirup dan penularan tidak langsung lewat permukaan benda yang terkontaminasi,” ujarnya dikutip dari Instagram @DokterSam.

Droplet yang mengandung virus corona dapat terhirup oleh orang sehat dalam jarak yang sangat dekat. Sementara teori soal virus yang bertahan atau tidak di udara masih didiskusikan, tetapi hal ini sangat memungkinkan.

Sementara, banyak juga orang yang belum sadar seseorang dapat juga tertular secara tidak langsung lewat permukaan benda-benda yang sudah terkontaminasi virus corona. Jika dalam kerumunan ada satu orang positif Covid-19, maka benda-benda di sekitarnya berpotensi terkontaminasi dan dapat menular ke orang-orang yang menyentuhnya.

“Prinsipnya, penularan Covid-19 itu tidak hanya sekedar lewat droplet, tetapi bisa lewat permukaan benda yang terkontaminasi sehingga berkerumun bukanlah hal yang bisa ditoleransi meskipun memakai masker,” katanya.

Yang harus diperhatikan adalah protokol kesehatan 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak) harus dilaksanakan secara utuh dan saling mengingatkan untuk #jagajarak karena pandemi ini adalah tugas yang harus dikerjakan bersama-sama.

*Artikel ini merupakan kerja sama Tempo.co dengan #SatgasCovid-19 demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Tegakkan protokol kesehatan, ingat selalu #pesanibu dengan #pakaimasker, #jagajarakhindarikerumunan, dan #cucitanganpakaisabun.

Baca selengkapnya...