Selamat datang di website BacaSaja.Today. Silahkan bergabung untuk berkontribusi dan membagikan konten yang positif. Berbagai macam konten yang sedang populer, hangat dan viral dapat Anda temukan disini. Dikoleksi dari berbagai sumber yang terpercaya.
Home / News / Iran produksi logam uranium yang diperkaya, mengapa Israel menentangnya?

News

  • 0
  • 31

Iran produksi logam uranium yang diperkaya, mengapa Israel menentangnya?

Image: Iran produksi logam uranium yang diperkaya, mengapa Israel menentangnya?

Seorang pria berjalan melewati poster presiden terpilih Iran Ibrahim Raisi

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar,

Pejabat Eropa mengatakan mereka memiliki "keprihatinan besar" tentang langkah tersebut.

Iran telah memulai proses produksi logam uranium yang diperkaya, sebagaimana diakui negara tersebut kepada pengawas energi atom PBB.

Teheran menjelaskan ke Badan Energi Atom Internasional (IAEA) bahwa proses itu bertujuan untuk mengembangkan bahan bakar reaktor riset.

Pejabat Inggris, Prancis, dan Jerman mengatakan langkah itu dapat mengancam perundingan untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir 2015 yang ditinggalkan.

Amerika Serikat menyebut tindakan Iran itu sebagai "langkah mundur yang disayangkan".

Adapun Perdana Menteri Israel, Naftali Bennett, mengatakan Iran menginginkan senjata nuklir, sesuatu yang telah berulang kali dibantah Iran.

Kesepakatan itu, yang secara resmi dikenal sebagai Rencana Aksi Komprehensif Gabungan (JCPOA), memberlakukan pembatasan program nuklir sehingga Iran tidak bisa mengembangkan senjata nuklir.

Sebagai imbalannya, AS dan Eropa sepakat untuk mencabut sanksi ekonomi terhadap Iran.

Namun, mantan Presiden Donald Trump menarik AS keluar dari kesepakatan pada 2018 dan memberlakukan kembali sanksi terhadap Iran. Setelah itu Teheran mulai melanggar banyak pembatasannya.

Pemerintahan Presiden AS Joe Biden sejauh ini mempertahankan sanksi Trump terhadap Iran.

Sekarang, juru runding dari AS dan Eropa telah mengadakan pembicaraan di Wina untuk mencoba memulihkan kesepakatan 2015 lalu.

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar,

Pembicaraan ditunda pada 20 Juni tanpa tanggal yang ditetapkan untuk pertemuan berikutnya.

Pembicaraan dimulai pada bulan April dan ditunda pada tanggal 20 Juni, namun belum ada tanggal yang ditetapkan untuk pertemuan berikutnya.

Presiden terpilih Iran, Ibrahim Raisi, ingin AS mencabut sanksi terhadap negaranya sebagai imbalan untuk mematuhi kesepakatan itu.

Dalam sebuah pernyataan pada hari Selasa, IAEA mengatakan: "Hari ini, Iran memberi tahu Badan (IAEA) bahwa UO2 (uranium oksida) yang diperkaya hingga 20% U-235 akan dikirim ke laboratorium R&D (penelitian dan pengembangan) di Pabrik Produksi Bahan Bakar di Esfahan, di mana produk tersebut akan diubah menjadi UF4 (uranium tetrafluorida) dan kemudian menjadi logam uranium yang diperkaya hingga 20% U-235, sebelum menggunakannya untuk memproduksi bahan bakar."

Pejabat dari Inggris, Prancis dan Jerman mengatakan bahwa mereka "sangat risau" tentang keputusan Iran tersebut.

"Iran tidak memiliki kebutuhan sipil yang kredibel untuk R&D dan produksi logam uranium, yang merupakan langkah kunci dalam pengembangan senjata nuklir," kata ketiga negara dalam pernyataan bersama yang dikeluarkan oleh Kantor Luar Negeri Inggris.

"Dengan langkah-langkah terbarunya, Iran mengancam hasil yang sukses dari pembicaraan Wina meskipun kemajuan dicapai dalam enam putaran negosiasi."

Pernyataan itu juga mendesak Iran untuk kembali ke pembicaraan di ibukota Austria lalu.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Ned Price, mengatakan, meskipun Iran tidak menetapkan tenggat waktu untuk pembicaraan, "sejalan dengan berjalannya waktu, kemajuan nuklir Iran akan mempengaruhi pandangan kami untuk kembali ke JCPOA".

Israel peringatkan AS dan sekutu terkait pembicaraan kesepakatan nuklir Iran

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar,

Perdana Menteri Israel Bennett mengeluarkan pernyatannya pada rapat kabinet, Minggu (21/06).

Perdana Menteri Israel telah meminta Amerika dan sekutunya untuk "bangun" dan menyadari potensi ancaman dari keinginan Iran untuk menghidupkan kembali kesepakatan penting tentang pembatasan program nuklir negara itu.

Naftali Bennett mengatakan Iran menginginkan senjata nuklir, sesuatu yang telah berulang kali dibantah Iran.

Para diplomat mengatakan kemajuan telah dibuat untuk memperbarui kesepakatan, yang ditarik AS di bawah Presiden Donald Trump, tetapi masih ada celah yang harus dijembatani.

Israel menentang kesepakatan itu.

Iran memilih Ebrahim Raisi sebagai presiden baru pada Jumat untuk mendukung kesepakatan itu. Sebelumnya Raisi adalah hakim tinggi negara itu yang berpandangan ultra-konservatif.

Presiden terpilih - yang akan dilantik pada Agustus - berada di bawah sanksi AS dan telah dikaitkan dengan eksekusi tahanan politik di masa lalu.

Para juru runding dari enam negara penandatangan - AS, Inggris, Prancis, China, Rusia dan Jerman - dan Iran telah mengadakan pembicaraan sejak April untuk menghidupkan kembali kesepakatan, agar Iran membatasi kegiatan nuklirnya dengan imbalan keringanan sanksi.

Iran, bagaimanapun, telah melanggar kesepakatan itu sejak AS secara sepihak meninggalkannya.

Pada hari Minggu, negara-negara berkumpul untuk putaran keenam pembicaraan tidak langsung antara AS dan Iran di Wina, tetapi menunda delegasi untuk kembali ke negara mereka.

Krisis nuklir Iran: Dasar-dasarnya

  • Kekuatan dunia tidak mempercayai Iran: Beberapa negara percaya bahwa Iran menginginkan tenaga nuklir karena ingin membuat bom nuklir - mereka menyangkalnya.
  • Kesepakatan tercapai: Pada 2015, Iran dan enam negara lain mencapai kesepakatan besar. Iran akan menghentikan beberapa pekerjaan nuklir dengan imbalan diakhirinya hukuman keras, atau sanksi, yang merugikan ekonominya.
  • Apa masalahnya sekarang? Iran memulai kembali pekerjaan nuklir yang dilarang setelah mantan Presiden AS Donald Trump menarik diri dari kesepakatan dan memberlakukan kembali sanksi terhadap Iran. Meskipun pemimpin baru Joe Biden ingin bergabung kembali, kedua belah pihak mengatakan yang lain harus mengambil langkah pertama.

Wakil Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi mengatakan kepada televisi pemerintah bahwa para pihak "sekarang lebih dekat dari sebelumnya" untuk mencapai kesepakatan, walaupun, tambahnya, untuk menjembatani jarak yang tersisa "bukan pekerjaan mudah".

Enrique Mora, utusan untuk UE, sependapat dengan Araqchi. More mengatakan, kemajuan dalam masalah teknis telah memberi mereka kejelasan yang lebih besar, memberi mereka "gagasan yang jelas tentang masalah-masalah politik".

Penasihat keamanan nasional AS, Jake Sullivan, mengatakan "masih ada jarak yang cukup jauh untuk bepergian" mengenai masalah-masalah ini termasuk sanksi dan komitmen yang perlu dibuat Iran. Iran saat ini memperkaya uranium pada tingkat tertinggi yang pernah ada, meskipun masih kekurangan apa yang dibutuhkan untuk membuat senjata tingkat nuklir.

Seorang juru bicara departemen luar negeri AS sebelumnya mengatakan pembicaraan tidak langsung masih akan berlanjut setelah Raisi mengambil alih kekuasaan.

Keterangan video,

Pemilu Iran: Kewaspadaan dan Sambutan untuk Ebrahim Raisi

Mengapa Israel menentang kesepakatan itu?

Iran dan Israel telah lama berada dalam "perang proksi", yang mengakibatkan kedua negara mengambil bagian dalam aksi balas dendam, tetapi sejauh ini menghindari konflik terbuka.

Ayatollah Khamenei - pemimpin tertinggi Iran - telah berulang kali menyerukan penghapusan negara Israel. Pada tahun 2018, ia menggambarkan negara itu sebagai "tumor kanker" yang harus dikeluarkan dari wilayah tersebut.

Israel melihat Iran sebagai ancaman besar dan telah berulang kali bersikeras bahwa mereka ingin mengembangkan senjata nuklir.

Perdana Menteri Bennett mengatakan kepada kabinetnya bahwa ini adalah "kesempatan terakhir bagi kekuatan dunia untuk bangun... dan memahami dengan siapa mereka berbisnis".

"Rezim algojo brutal tidak boleh diizinkan memiliki senjata pemusnah massal."

Akhir-akhir ini permusuhan antara kedua negara kembali meningkat. Iran menyalahkan Israel atas pembunuhan ilmuwan nuklir utamanya tahun lalu dan serangan terhadap salah satu pabrik pengayaan uraniumnya pada April.

Baca selengkapnya...

Subscribe News Letter

Your email address will not be this published. Required fields are News Today.

Trending

Berenang di Pulau Australia, Pria Ini Lihat Ikan Terlilit Cincin Emas

Berenang di Pulau Australia, Pria Ini Lihat Ikan Terlilit Cincin Emas

Cincin kawin di leher ikan (Susan Prior / www.norfolkislandreef.com.au) INDOZONE.ID - Seorang perena...

8 Drama Korea ongoing 2021, cocok sebagai teman libur Lebaran

8 Drama Korea ongoing 2021, cocok sebagai teman libur Lebaran

Brilio.net - Pandemi virus corona yang masih mewabah di sejumlah wilayah di Indonesia memaksa masyar...

Masjid Raya KH Hasyim Asy'ari tidak terima zakat fitrah tahun 2021

Masjid Raya KH Hasyim Asy'ari tidak terima zakat fitrah tahun 2021

Jakarta (ANTARA) - Masjid Raya KH Hasyim Asy'ari, Cengkareng, Jakarta Barat, tidak menerima dan...

Comments

Comment is empty