Seorang perempuan dan anak-anak menggunakan masker saat bermain ayunan di Taman Catur, Pontianak, Kalimantan Barat. Ahli Kesehatan mengatakan kekebalan anak-anak dan remaja adalah bagian dari komunitas yang perlu dilindungi. Sehingga, anak-anak yang lebih kecil masih harus mengikuti protokol kesehatan (prokes) yang sama untuk menunggu vaksin yang disetujui terus berlanjut.

Foto: JESSICA HELENA WUYSANG/ANTARA

Ahli meminta anak-anak ikuti prokes hingga vaksin khusus anak disetujui.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ahli kesehatan mengatakan, kekebalan anak-anak dan remaja adalah bagian dari komunitas yang perlu dilindungi. Dengan demikian, anak-anak yang lebih kecil masih harus mengikuti protokol kesehatan (prokes) yang sama untuk menunggu vaksin yang disetujui terus berlanjut.

"Rekomendasi untuk anak-anak di bawah usia 12 tahun di depan umum sejauh memakai masker, benar-benar tidak berubah saat ini. Anak-anak yang akan berada di dalam ruangan di depan umum tetap harus memakai masker," kata Ahli Kesehatan Joseph Gastaldo dikutip dari abc6onyourside.com, Rabu (19/5).

Ia menambahkan, pengaturan luar ruangan secara signifikan lebih aman daripada di dalam ruangan karena aliran udara. Anak-anak di bawah 12 tahun aman tanpa masker di luar ruangan kecuali saat situasi ramai. Sekolah harus terus mengikuti panduan CDC tentang upaya mitigasi.

Diketahui, Panduan terbaru dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) mengatakan jika Anda telah divaksinasi penuh, Anda tidak dapat dengan aman memakai masker di luar dan di dalam ruangan. Itu menjadi lebih berisiko bagi mereka yang belum divaksinasi penuh dan itu termasuk semua anak di bawah usia 12 tahun.

Baik Moderna dan Pfizer mengatakan, mereka hampir memiliki vaksin yang siap untuk orang yang lebih muda. Pada September 2020, pihak Pfizer mengatakan mereka kemungkinan akan meminta otorisasi untuk anak-anak berusia 5 tahun ke atas dan pada akhir tahun, Pfizer dan Moderna akan meminta persetujuan untuk anak-anak berusia 6 bulan ke atas.

Baca selengkapnya...