Selamat datang di website BacaSaja.Today. Silahkan bergabung untuk berkontribusi dan membagikan konten yang positif. Berbagai macam konten yang sedang populer, hangat dan viral dapat Anda temukan disini. Dikoleksi dari berbagai sumber yang terpercaya.
Home / News / Viral karena hina pemakai masker, dua orang malah dijadikan 'duta masker' - 'Jangan jadi lucu-lucuan dan insidental saja'

News

  • 0
  • 13

Viral karena hina pemakai masker, dua orang malah dijadikan 'duta masker' - 'Jangan jadi lucu-lucuan dan insidental saja'

Image: Viral karena hina pemakai masker, dua orang malah dijadikan 'duta masker' - 'Jangan jadi lucu-lucuan dan insidental saja'

sejam yang lalu

Sumber gambar, AMPELSA/ANTARA FOTO

Keterangan gambar,

Personil gabungan Polri, TNI dan Satpol PP memberikan masker gratis kepada seorang pedagang saat melakukan pengawasan pusat keramaian di Pasar Aceh, Banda Aceh, Aceh, Kamis (06/05).

Pemberian status 'duta masker' oleh pihak berwenang di Surabaya dan Bekasi kepada dua orang yang semula menolak mengenakan masker dan kemudian berbalik mendukungnya, dipertanyakan oleh seorang pakar kesehatan masyarakat.

Dia meminta agar tindakan itu tidak bersifat insidental dan bukan sebagai bentuk hukuman kepada dua orang yang semula anti-masker dan kemudian berbalik mendukungnya.

"Jangan dijadikan suatu hal yang sifatnya insidentil, apalagi [pemberian status duta masker] cukup kontroversial. Jadi, sebetulnya apakah ini hukuman atau sebuah strategi." kata pakar kesehatan masyarakat dari Universitas Padjajaran, Bandung, Deni Kurniadi Sunjaya, kepada BBC News Indonesia, Kamis (06/05).

Seorang warga Surabaya, Putu Aribawa, yang dikenai sanksi sosial dan administrasi lantaran 'kampanye' anti-masker melalui video, ditunjuk sebagai duta masker oleh pihak berwenang setempat, setelah dia mengaku bertobat.

"Pasti saya khilaf. Sangat serius saya berubah, apalagi semua orang menyoroti saya. Pandemi ini memang ada. Saya yang semula tak mengenakan masker, lalu mengenakan masker," kata Putu Aribawa kepada BBC News Indonesia, Kamis (06/05).

Dia kemudian ditugasi mengampanyekan penggunaan masker melalui media sosial yang dimilikinya.

Sumber gambar, Roni Fauzan/Istimewa

Keterangan gambar,

"Pasti saya khilaf. Sangat serius saya berubah, apalagi semua orang menyoroti saya. Pandemi ini memang ada. Saya yang semula tak mengenakan masker, lalu mengenakan masker," kata Putu Aribawa.

Adapun Eddy Christijanto, Koordinator bidang pengamanan dan penegakan hukum Gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Pemkot Surabaya, mengeklaim pemberian status duta masyarakat kepada Putu Arimbawa akan mampu mengedukasi masyarakat agar taat protokol kesehatan.

"Orang-orang yang pernah melakukan sesuatu itu [menolak masker] akhirnya menjadi sadar, menjadi faktor tersendiri untuk mempengaruhi orang untuk mempertahankan protokol kesehatan," kata Eddy Christijanto.

Sementara di kota Bekasi, Jawa Barat, seorang warga bernama Nawir yang menghardik dan mencopot masker seorang jemaah di sebuah masjid, kemudian meminta maaf setelah tindakannya menimbulkan kemarahan masyarakat di media sosial.

Baca juga:

Sumber gambar, Kompas.com/Istimewa

Keterangan gambar,

Roni Oktavian (tengah) yang sempat terlibat konflik dengan pemuda Nawir (kiri) akibat dilarang bermasker di Masjid Al Amanah, Tanah Apit, Medan Satria, Kota Bekasi, telah saling berdamai, Rabu (05/05)

Belakangan setelah difasilitasi oleh pihak berwenang, Nawir dan pihak pengelola masjid meminta maaf dan sepakat berdamai dengan korban. Dan sang pelaku kemudian ditunjuk sebagai duta masker.

Kebijakan pihak berwenang di Surabaya dan Bekasi ini kemudian menimbulkan polemik di masyarakat.

Di sinilah, menurut Deni Sunjaya, pemerintah seharusnya lebih fokus untuk mengampanyekan penggunaan masker yang lebih masif.

"Mudah-mudahan mereka [yang ditunjuk sebagai duta protokol kesehatan] sadar, meski mungkin sifatnya seperti 'lucu-lucuan' dan sifatnya kontroversi, tapi yang lebih penting dan harus dilakukan [pemerintah] adalah kampanye penggunaan masker yang harus masif," kata Deni Sunjaya.

'Naikkan denda bagi pelanggar protokol kesehatan'

Dia juga mendukung apabila pemerintah menunjuk sebanyak mungkin duta protokol kesehatan di setiap kabupaten atau kota.

"Kuncinya harus masif, libatkan pula guru, dosen dan kepala sekolah, misalnya saat sekolah tatap muka dibuka nanti," kata Deni.

Hal ini ditekankan Deni karena ketaatan pada penggunaan masker dan protokol kesehatan lainnya merupakan salah-satu cara paling krusial untuk mengatasi penularan covid.

"Jadi kalau kita menggunakan masker, penurunan tranmisinya sangat besar sekali prosentasenya," ujarnya.

Sumber gambar, Aprillio Akbar/ANTARA FOTO

Keterangan gambar,

Seorang warga yang mengenakan masker melenggang di depan rangkaian kereta rel listrik (KRL) di Stasiun Manggarai, Jakarta, Kamis (06/05).

Dia kemudian mengutip data lembaga internasional yang menyebut jika suatu negara penggunaan maskernya di atas 95% itu dapat melindungi bisa melindungi dari paparan covid.

Dari hasil penelitian CEDS Universitas Padjajaran, yang melibatkan dirinya, pada Maret-April 2020 lalu, sebanyak 30% dan 40% masyarakat Indonesia tidak mematuhi protokol kesehatan.

Deni pun menyarankan pemerintah perlu membuat aturan yang lebih keras, salah satunya menaikkan denda yang besar bagi pelanggar protokol kesehatan.

Mengapa Putu Aribawa ditunjuk sebagai duta?

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Surabaya, Eddy Christijanto, mengungkapkan bahwa Putu Aribawa berubah sikap dengan menyesali perbuatannya setelah menjalani hukuman di Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos) Kota Surabaya.

Usai menjalani hukuman, Eddy memberinya tugas sebagai duta protokol kesehatan.

Salah satu tugas sebagai duta, ungkap Eddy, adalah mensosialisasikan dan mengedukasi masyarakat terkait dengan protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19.

Bisa melalui media sosial, kebetulan Putu punya akun di Instagram dan Twitter, katanya.

"Dan dia sanggup. Saya bilang, 'Pasti nanti setelah ini follower kamu banyak,'" kata Eddy kepada wartawan di Surabaya Roni Fauzan, untuk BBC News Indonesia, Kamis (06/05).

Sumber gambar, SIGID KURNIAWAN/ANTARA FOTO

Keterangan gambar,

Warga antre untuk vaksinasi COVID-19 di RPTRA Bahari, Gandari Selatan, Jakarta Selatan, Kamis (06/05).

Eddy yakin perubahan sikap Putu itu dan menjadikannya sebagai duta akan membuatnya beralih status dari "zero menjadi hero" terkait kesadaran bermasker.

"Dari sesuatu yang negatif, akhirnya dia mendapatkan sesuatu karena orang yang ingin berteman sama dia banyak, sehingga mungkin dengan kesadaran dia, kata-kata dia menjadi suatu input bagi masyarakat.

"Dan semoga bisa mempengaruhi bahwa protokol kesehatan, utamanya memakai masker dan jaga jarak, adalah sesuatu yang sangat utama dalam masa pandemi," ujarnya

Untuk itu, menurut Eddy, pihak berwenang di Surabaya tetap memelihara kontak dengan Putu.

Sebagai duta, dia harus siap memberikan kesaksian dan memotivasi orang-orang untuk tidak anggap enteng covid dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan.

"Jadi tujuan kami adalah bagaimana dengan kejadian Putu ini dia menjadi sesuatu, menjadi daya ungkit bagi masyarakat untuk semakin taat dengan protokol kesehatan, walaupun apa yang dilakukan dimulai dari suatu kesalahan," ujar Eddy.

Apa yang akan dilakukan Putu Aribawa?

Dalam wawancara dengan BBC News Indonesia, Kamis (06/05), Putu Aribawa mengaku khilaf atas perbuatannya tersebut.

"Pasti saya khilaf. Sangat serius saya berubah, apalagi semua orang menyoroti saya," ujarnya.

Sumber gambar, Oky Lukmansyah/ANTARA FOTO

Keterangan gambar,

Personel Satpol PP memberikan sanksi menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya kepada warga yang kedapatan tidak memakai masker saat operasi yustisi protokol kesehatan di Klonengan, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Minggu (02/05).

Jika semula dia meragukan kebenaran adanya pandemi, kini dia mengakuinya. Untuk itulah, "saya yang semula tak mengenakan masker, lalu mengenakan masker," katanya.

Tentang sikap pesimisme sebagian masyarakat terhadap penunjukkannya sebagai duta protokol kesehatan, Putu berulangkali menekankan bahwa dirinya "sangat serius" sudah berubah.

"Apalagi semua orang menyorot saya. Saya harus menjadi contoh yang baik bagi masyarakat sekitar," ujar Putu.

Dia juga berjanji untuk mengampanyekan agar masyarakat menaati protokol kesehatan melalui media sosial miliknya.

"Syukur, syukur kalau follower saya nambah, sehingga kampanye saya makin banyak dilihat banyak orang," ungkap pria berusia 28 tahun ini.

Baca selengkapnya...

Subscribe News Letter

Your email address will not be this published. Required fields are News Today.

Trending

Berenang di Pulau Australia, Pria Ini Lihat Ikan Terlilit Cincin Emas

Berenang di Pulau Australia, Pria Ini Lihat Ikan Terlilit Cincin Emas

Cincin kawin di leher ikan (Susan Prior / www.norfolkislandreef.com.au) INDOZONE.ID - Seorang perena...

8 Drama Korea ongoing 2021, cocok sebagai teman libur Lebaran

8 Drama Korea ongoing 2021, cocok sebagai teman libur Lebaran

Brilio.net - Pandemi virus corona yang masih mewabah di sejumlah wilayah di Indonesia memaksa masyar...

Masjid Raya KH Hasyim Asy'ari tidak terima zakat fitrah tahun 2021

Masjid Raya KH Hasyim Asy'ari tidak terima zakat fitrah tahun 2021

Jakarta (ANTARA) - Masjid Raya KH Hasyim Asy'ari, Cengkareng, Jakarta Barat, tidak menerima dan...

Comments

Comment is empty