JAKARTA, KOMPAS.TV Asrena Kasal Laksamana Muda Muhammadi Ali membantah tudingan yang menyebut kapal KRI Nanggala-402 membawa personil yang berlebih. Sebelumnya, KRI Nanggala-402 diawaki oleh 53 orang prajurit TNI. Jumlah ini melebihi dari jumlah kasur yang tersedia di dalam kapal. "Kelebihan personil? yang dari Jerman itu menyatakan 33, itu mungkin jumlah tempat tidurnya. Memang jumlah tempat tidurnya segitu, hanya 33 atau 34", pungkas Asrena Kasal saat memberikan keterangan pers kepada wartawan (27/4). "Tapi mungkin tidak diketahui, bahwa di kapal selam itu, kita berjaga berdinas dibagi dalam 3 shift, itu yang dinamakan dengan hot bunk. Hot bunk itu bahwa tempat tidur satu dipakai untuk beberapa orang, untuk bergantian jaga", tuturnya. Menurutnya, sebelum berangkat setiap Kepala Kamar Mesin memastikan betul muatan yang akan ibawa sebelum berlayar. "Setiap Kepala Kamar Mesin, itu pasti menghitung jumlah orang yang akan masuk, dikaitkan dengan muatan yang akan dia bawa saat itu, seperti torpedo berapa yang ia bawa, kemudian amunisi lainnya", jelas Ali.

Baca selengkapnya...